Finally, sosok pemimpin Indonesia yang sadar akan pentingnya sustainabilitas ekonomi

Standard

This is what i have been expecting… Semoga saja mulai sekarang kepedulian akan sustainabilitas ekonomi mulai tumbuh dan berkembang. Seperti juga tentang tema pemilihan bu Susi sebagai menteri tempo hari. Banyak yang selalu bergaya seolah bertanya, tapi sebenarnya dengan nada sarkastis: “Kenapa harus dia dan mereka, indonesia masih kekurangan orang yang lebih pintar kah?” Jawaban saya adalah: “Orang pintar dan ahli yang berpendidikan tinggi kita sama sekali tidak kekurangan. Akan tetapi orang pintar, berbakat yang punya “KEPEDULIAN” itulah yang masih kurang banyak di negeri kita. And that’s the reason, why he or people like him are SPECIAL. Not because of their title, money, bloodline or appearance. FYI: Kepedulian itu tidak cuma dibidang “MATERI”, nggak cuma dibidang EKONOMI… Tapi juga KEPEDULIAN terhadap LINGKUNGAN, KEBHINEKAAN, TOLERANSI dan SOSIAL itulah yang masih kurang di Indonesia. Karena selama ini kebanyakan para expert itu cuma ngomongin “teori teknik dan growth…growth and growth” saja, yang pada akhirnya sebenarnya cuma nguntungin para kapitalis, walaupun yang jadi alesan selalu “rakyat kecil”. Banyak yang meledek kalau Jokowi ini kelasnya cuma ngurusin monyet di jakarta… Well, let me tell you one thing! HE WAS THE ONLY CHIEF in our government who really did something for animal rights when there was international complaint about it. And ANY one who have empathy for the nature, have love beyond race, would admit that it is a respectable reaction/gesture. Harus diakui itu adalah reaksi terhadap komplain internasional yang tergolong positive. Tindakan koreksi diri yang bukan termasuk hal yang merendahkan martabat bangsa. Kalau kita memang salah dan butuh dikoreksi, kenapa harus tersinggung hanya karena orang asing yang menegur dan komplain, kan? Nah…adakah selama ini pejabat kita yang mau peduli dengan komplain semacam itu? Jangankan peduli sama MONYET, sama saudaranya sesama MANUSIA aja kalau ngga sealiran pada nggak peduli. SO… itu harusnya juga layak untuk jadi parameter bahwa dia adalah orang yang MAU berbuat sesuatu selama itu ada dijangkauan kemampuannya. Saat itu jangkauannya sebatas gubernur, maka tentu aja dia melakukannya sebatas wewenangnya itu. Sekarang dia Presiden, maka saya sendiri menganggap, dan berharap, diapun akan melakukan sejauh yang dia mampu sesuai karakternya. Selama dia tidak dipersulit disana sini dan didukung dengan kontribusi, saya percaya lambat laun kita akan berubah. Pertanyaannya adalah, anda ingin jadi orang yang mempersulit atau mendukung perubahan itu? MASA DEPAN NEGERI INI ada ditangan anak bangsanya sendiri, BUKAN CUMA DITANGAN ORANG INI !!! Camkan itu, hei anda-anda yang masih mengaku orang indonesia! Even if you reach 10% Growth p.a. now, it wouldn’t be able to help you, if in the next 10 years you have nothing anymore on and in your earth to explore, and that’s because now you’re exploiting them out of greed. BUMI ini bukan milik kita. Dan jika Anda mengaku mencintai TUHAN diatas segalanya, harusnya Anda cukup peduli untuk menjaga kelestarian hasil karya-NYA, dan bukannya menghancurkannya, merusaknya dan menganggap itu baik-baik saja hanya dengan meminjam nama-NYA sebagai EXCUSE! Link related: https://www.facebook.com/JKWofficial/photos/a.250329431840859.1073741828.249750628565406/351111331762668/?type=1 http://www.beritasatu.com/kesra/230329-dimoratorium-3000-kapal-asing-tinggalkan-perairan-indonesia.html

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s