Nama Keluarga Jerman

Standard

Yeah… ini adalah masalah khas orang indonesia kayanya deh :).

Dengan jumlah pulau yang mencapai 17.000 buah Indonesia memiliki banyak suku bangsa dengan budayanya yang bermacam-macam. Beberapa dari suku tersebut juga mengenal budaya mewariskan “nama keluarga” seperti di Eropa. Akan tetapi secara hukum itu tidak dikenal.

Nama keluarga ini jikapun ada akan dianggap sebagai nama sendiri tak peduli seberapapun panjangnya. Bahkan tak jarang ada juga yang namanya cuma sepotong saja. Hal ini sering menimbulkan masalah ketika kita harus membuat dokumen perjalanan karena akan bepergian atau tinggal di LN. Karena di Luar Negeri selalu dibutuhkan pengisi kolom nama keluarga dan sering juga tak ada cukup tempat untuk nama yang terlalu panjang. Merepotkan karena saat ini semua data terkomputerisasi, dan akan susah kalau kolomnya cuma di program untuk panjang karakter yang terbatas. Sudah tak terhitung jumlahnya saya sendiri harus memberikan penjelasan yang membosankan ini di setiap urusan birokratis di Jerman. Belum lagi masalah sehari-hari yang ngga menyangkut dokumen.

Saya tinggal di Jerman sejak 5 tahun yang lalu, dan kemampuan bahasa saya sebenarnya cukup baik. Tapi masalah nama belakang ini ternyata saya masih aja mengganggu. Kalau memperkenalkan diri sendiri sih sudah biasa menyebut nama belakang duluan (untuk alasan praktis saya memutuskan mengadopsi nama keluarga suami), tapi kalau orang lain yang menyebutkan saya masih suka nggak ‘ngeh’. Sering terjadi ketika berada di ruang tunggu dokter baru setelah dipanggil sampai 3 kali saya sadar kalau giliran saya sudah tiba. Soalnya ngga sadar diri kalau itu nama saya yang dipanggil hehehe. Habisnya di Indonesia kan biasa di panggil dengan nama depan :-D.

Ini sih sebenarnya cuma masalah kecil. Yang jadi kekhawatiran saya itu lebih ke soal mengenali nama keluarga orang lain. Terutama jika harus melakukan pembicaraan telepon. Jika menelepon sebuah perusahaan atau institusi terutama masalah itu jadi serius, karena kita tidak tahu sedang bicara dengan siapa. Penerima telepon akan menyebut namanya saat memberi salam pembuka dan tak jarang kalau itu nama yang nggak umum dan banyak konsonannya saya jadi ngga nangkep ^_^. Mau nanya lagi rada ngga enak hehehe. Dengan nama keluarga berbau inggris saya ngga begitu bermasalah.

Belakangan saya sedang mencari tempat praktikum sehingga mengharuskan saya untuk kadang-kadang menelepon perusahaan yang saya minati, karena itulah problem ini kembali muncul. Yang saya khawatirkan adalah, jika kekurangan ini akan menyulitkan saya nyari kerjaan begitu kuliah saya selesai. Tapi semoga aja sih nggak…

Advertisements

2 responses »

  1. Hallo Dewi, terimakasih udah mampir.
    Saya masih WNI. Untuk di Jerman saya sudah memakai nama keluarga suami sejak menikah.
    Kalau di Indonesia tidak, karena untuk ganti nama resmi di Indonesia harus ada penetapan pengadilan. Saya masih enggan repot, walaupun sebenarnya nggak sulit. Tp karena toh nggak tinggal disana, jd ngga begitu butuh makanya ngga saya lakukan hehe.
    Di Jerman lain, karena butuh, demi memudahkan urusan gitu deh.
    KBRI bersedia menambahkan nama di paspor ketika nanti kita pas mau perpanjang, kalau dalam akta nikahnya tercantum nama keluarga suami sebagai nama bersama.
    Jadi sebenarnya kalau memang ingin memakai nama suami, sebaiknya pas menikah itu disampaikan kepada juru nikah-nya, supaya nanti dicantumkan di akta nikah.
    Krn itu yg jd dasar untuk pembuktian hak memakai nama suami.
    Di Standesamt kita akan disuruh menandatangani formulir penggantian nama keluarga, begitu.
    Sy ngga tau apa bisa dilakukan lagi sesudahnya.
    Tapi itu bisa ditanyakan langsung aja ke Standesamt setempat.
    Kalau masih bisa, pasti akan dikasih tahu juga gimana prosedurnya.
    Sesudah dapat, nanti surat buktinya dan akta nikahnya dibawa aja ke KBRI utk penaambahan nama suami di paspor.
    Tapi ingat, itu cm berlaku di Jerman.
    Secara hukum di Indonesai masih belum sah. Utk transaksi jual beli tanah misalnya, ttp ngga bisa pake nama suami. Atau buka rekening investasi di Indonesia misalnya, nama suami ngga bisa dipakai, selama ngga ada penetapan pengadilan dan diterbitkan Surat Keterangan Ganti Nama-nya.

    Like

  2. Halo Ana, Artikel yang bagus dan berguna. Mau numpang tanya. Kamu sekarang sudah berkewarganegara Jerman? Bagaimana proses untuk pergantian nama keluarga? Karena saya juga ada rencana untuk secara hukum mengganti nama keluarga dengan nama suami (orang Jerman). So far cuma secara sosial aja dari social media, dan rekan2. Tapi dokumen masih dengan nama lama. Kalau ada information ttg gimana cara mengganti nama di passport tolong di share yah. Makasih.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s