Selamat Datang Mahasiswa Asing, Jerman menghapuskan biaya kuliah. Hmm…betulkah?

Standard

Belakangan ini beredar berita diseluruh dunia bahwa jerman sekarang membuka pintu untuk mahasiswa asing dengan menghapuskan biaya kuliah. Benarkah?

Yeah.. berita itu sebenarnya agak menyesatkan ya, kurang tepatlah. Jerman dari dulu menyambut mahasiswa asing, well…”seluruh mahasiswa” sebenarnyalah term yang lebih tepat, karena mereka toh selama ini tidak pernah membedakan asal usul pelajar.
Fasilitas apapun yang diperoleh pelajar jerman, maka pelajar asingpun akan mendapatkannya. Satu-satunya yang tak bisa didapatkan orang asing cuma “kredit pelajar” dari negara. Dan hak untuk bekerja sambilan diluar kampus pun didapatkan seluruh pelajar tanpa memandang asal-usul dengan kondisi hak yang sama. Artinya: semua pelajar boleh bekerja maksimal 20 jam seminggu di masa sekolah dan tanpa batas waktu dimasa liburan. Tidak ada batasan gajinya. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa mulai nilai pendapatan 450€/bulan maka setiap orang harus sadar akan kewajiban pajak dan segala kondisi yang menyertainya.

Sekilas tentang sejarah biaya perkuliahan di Jerman:

Di jerman setiap universitas itu otonom dan pendidikan sendiri pada dasarnya bukanlah urusan pemerintah federal melainkan kebijakan negara bagian. Setiap negara bagian berhak menentukan kebijakan masing-masing tentang pendidikan diwilayahnya. Jadi aturan tentang biaya kuliah inipun berbeda-beda di setiap negara bagian. Pada tahun 1998 Baden-Wüttemberg mulai memberlakukan biaya kuliah kepada mahasiswa yang kuliah terlalu lama melebihi rata-rata yang ada tapi kemudian hal ini di tuntut di pengadilan oleh koalisi merah-hijau dengan memakai argumen: “Hak atas pendidikan gratis itu adalah hak konstitusional setiap penduduk”. Tuntutan pun dikabulkan dan amandemen terhadap UU terkait pun dilakukan. (Sambil ngiri, kapan ya di indonesia ada partai yang nuntut ke Mahkamah Konstitusi dengan argumen yang benar-benar demi pembangunan positif rakyat kayak gini hiks…).

Tetapi beberapa tahun kemudian beberapa negara bagian kembali menuntut bahwa tidak seharusnya pemerintah federal ikut campur wewenang daerah. Karena itu amandemen pun kembali mentah. Mulai saat itu (2007 untuk wilayah Saarland), satu demi satu negara bagian jerman kembali menerapkan biaya kuliah. Sebenarnya sih biaya kuliah ini masih cukup moderat jika dibandingkan dengan biaya kuliah di negara-negara lain, khususnya di negara maju selevel jerman lainnya. 400€-600€ per semester sih nggak terlalu besar ya, apalagi jika kita mempertimbangkan hak-hak yang didapat dengan status mahasiswa, terutama fasilitas penggunaan semua jenis transportasi publik yang berlaku untuk seluruh wilayah di negara bagian yang terkait. Di Hamburg sendiri biaya kuliah ini baru di kenakan setelah sang mahasiswa akhirnya selesai kuliah dengan sukses, selama kuliah ngga perlu dipusingin dengan biaya dulu :-D. Nah…dibandingkan dengan biaya kuliah di beberapa universitas kota besar di Indonesia, ini pun masih terkesan kecil lho hehehe, apalagi kalau kita bandingin juga fasilitas untuk mahasiswanya hehe.

500euro

Tapi bagaimanapun, itu tetap tidak sesuai dengan prinsip yang dilindungi konstitusi jerman sehingga hal inipun kembali jadi bahan perdebatan. Hessen hanya menerapkan biaya kuliah ini setahun saja dan kembali menghapusnya, yang diikuti satu demi satu oleh negara bagian lain. Saarland, negara bagian dimana saya tinggal saat ini, memberlakukan “tuition fee” tahun 2007 dan menghapusnya kembali pada Wintersemester 2010, ketika partai Hijau berhasil memaksa partai pemenang pemilu untuk menyetujui program kampanye partai Hijau yang menjanjikan pendidikan gratis kembali.
Well yeah, suara partai hijau saat itu dibutuhkan untuk membentuk koalisi yang kuat disana. Melihat hal ini kita bisa tunjukkan bahwa sebuah partai tidak harus jadi pemilik suara terbanyak dalam pemilu hanya untuk memperjuangkan ideologinya. Mereka tetap bisa bersuara dan membawa sedikit pengaruh jika memang mau dan berniat untuk memenuhi janji kampanyenya kepada rakyat yang memilih mereka khususnya. Saya sungguh ngimpi…kapan ya di Indonesia ada Fraksi DPR yang melakukan ini :-D.

Kembali ke Laaap..Top hehehe; kembali ke topik maksudnya dah ;).

Jadi berita yang benar seharusnya adalah bahwa sekarang akhirnya Niedersachsen pun mengikuti negara bagian lain dengan menghapuskan biaya kuliah di wilayahnya. Jadi saat ini secara resmi bisa dikatakan, bahwa diseluruh wilayah Jerman tidak ada lagi pengenaan biaya kuliah secara umum. Sekarang yang harus bayar cuma yang jadi mahasiswa abadi sampai bertahun-tahun dan yang kuliah untuk nyari gelar kedua, ketiga dan seterusnya saja dengan biaya kuliah yang variatif mulai dari 400€-600€ per semester. Note: Untuk jurusan-jurusan eksklusif seperti pendidikan pilot itu termasuk pengecualian ya :-D, kalau itu sih dari dulu memang mahal xixixixixi, pada umumnya harus kasih jaminan account sebesar 70.000-80.000€ diawal pendaftaran.
Tapi masuk akal-lah kalau kita melihat penghasilan mereka nantinya ^_^. Tapi selebihnya tentang status “mahasiswa abadi” ini sendiri aja penerapannya ngga terlalu ketat. Saya kenal mahasiswa yang udah kuliah bertahun-tahun nggak lulus-lulus tapi masih belum bayar juga hahaha. Ah ya, tambahan lagi: kuliah di jerman cukup berat..KO system-nya sangat ketat hingga angka kegagalan di perkuliahan ada di range 35%-55% tergantung jurusannya, jadi jika mahasiswa yang bersangkutan gagal di satu jurusan dan tak pernah menyerah untuk mencoba satu demi satu jurusan yang ada, selama dia bisa keterima sih tetep ngga akan dikenai biaya sampai dia berhasil meraih titel-nya yang pertama…enak ya wkwkwkwk.

Jadi pada prinsipnya, setiap anak muda jerman yang berhasil mendapatkan ijasah SMU dan pada dasarnya punya kualifikasi untuk kuliah, maka mereka ini bisa mencari jurusan yang benar-benar cocok dengan bakat/minatnya, dan mereka bisa “trial and error” sesering mungkin selama masih ‘qualified’ untuk  mendapat kursi di Universitas yang dia mau, tanpa harus pusing mikirin biaya kuliah (Tak ada Uang Pangkal, SPP maupun SKS, cukup ganti ongkos transportasi publik aja. Tapi jumlahnya ngga seberapa jika dilihat coverage area dan jangka waktunya. Dibandingin aja sih, cuma untuk Wabe dalam kota aja tarif langganan normalnya 48€ per bulan, sementara untuk Student cuma kena 170€-an sampai 250€an tergantung luas wilayah negara bagian terkait yang dicover dan itu berlaku 6 bulan. Murah banget itu lah. Jadi kepengen sekolah terus aja deh hahahahaha).

Satu hal yang perlu diketahui adalah, bahwa jerman tidak punya banyak pilihan mata kuliah dan jurusan yang ditawarkan dengan bahasa pengantar bahasa inggris, khususnya untuk “undergraduate study”. Jadi kalau memang berminat untuk meraih gelar di jerman, sebaiknya mulai sekarang harus menggenjot kemampuan bahasa jermannya sampai level mahir ==> ukuran EU adalah C1-Niveau untuk bisa mengikuti perkuliahan dalam bahasa jerman.

Semoga sukses ya… lain kali saya akan tulis lagi tentang persyaratan visa Studi Jerman…ciaooooo…

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s