Perkembangan Terbaru UU Kewarganegaraan Jerman

Standard

Sejak musim panas 2014 telah terbentuk kompromi antara CDU dengan partner koalisinya yang terbesar yaitu SPD  mengenai revisi dalam penerapan UU kewarganegaraan jerman. Tuntutan SPD, die Linke dan Partai Hijau tentang pencabutan penuh “die Option-Pflicht” dalam artian penerapan sepenuhnya kewarganegaraan ganda di Jerman memang tidak terwujud sepenuhnya, karena CDU tidak ingin mengubah UU Kewarganegaraan yang sudah ada. Akan tetapi kompromi yang telah dicapai sejauh ini sudah cukup menyenangkan, khususnya bagi anak-anak yang lahir dan besar di Jerman dari imigran murni (tidak memiliki orang tua yang setidaknya salah satunya orang jerman asli) dan ingin masih boleh memiliki ikatan emosional dengan negara asal orang tuanya. Kesepakatan tersebut mulai Sabtu, 20 Desember 2014 dinyatakan berlaku.

Apa saja sih tepatnya perubahan yang ada?

So… sebelum ini setiap anak yang lahir di Jerman dari orang tua imigran yang sudah memiliki ijin tinggal permanen selama minimal 8 tahun berhak mengajukan kewarganegaraan jerman dan mempertahankan kewarganegaraan orang tuanya. Kepemilikan kewarganegaraan ganda ini disertai dengan kewajiban untuk memilih begitu si anak berulangtahun yang ke-18 dan hak memilih ini berakhir pada ulang tahunnya yang ke 23. Jika sampai hari itu tidak ditentukan pilihan maka kewarganegaraan jermannya akan gugur secara otomatis. Jadi setiap anak akan mendapatkan surat dari pemerintah untuk mengingatkan kewajiban untuk memilih tersebut begitu ulangtahunnya yang ke-18 tiba.

Pengecualian hanya diberikan kepada mereka yang datang dari negara yang sistem hukumnya tidak memungkinkan yang bersangkutan untuk melepaskan kewarganegaraannya, sistem hukum teoretis memungkinkan tapi dalam praktek pada umumnya tidak pernah dikabulkan atau jika pelepasan kewarganegaraan tersebut disertai beban/persyaratan yang bisa dikategorikan nyaris mustahil dipenuhi karena terlalu berat (dalam bahasa jerman: “unzumutbar”).
Negara yang masuk kategori ini adalah: Maroko, Iran, Syria dan mayoritas negara-negara di Amerika Selatan. Selain itu anak-anak yang berasal dari keluarga campuran dengan salah satu orang tuanya adalah penduduk asli jerman juga diperbolehkan memiliki kewarganegaraan ganda tanpa dibebani oleh kewajiban memilih salah satu setelah usia dewasa menurut hukum dicapai.

Nah, sekarang telah resmi dinyatakan bahwa “Option-Pflicht” ==> kewajiban memilih tersebut dicabut. Jadi pada prinsipnya Jerman telah selangkah lagi menapak menuju kepada diberlakukannya asas kewarganegaraan berdasarkan tempat tinggal meskipun asas kelahiran (garis darah) juga masih tetap dipertahankan. Akan tetapi disini juga masih ada syarat tambahan yang harus dipenuhi, yaitu:

1. Si anak tidak hanya lahir saja melainkan juga tumbuh besar di jerman. Kategori “dibesarkan” dijerman ini dianggap terpenuhi jika si anak tersebut harus bertempat tinggal di Jerman setidaknya 8 tahun berturut-turut sebelum usianya mencapai 21 tahun atau minimal 6 tahun bersekolah di jerman. Bukti bisa berupa “Melderegister ==> semacam surat keterangan domisili dari Cityhall setempat”, atau ijazah dari sekolah/pendidikan kejuruan di jerman. Permohonan kewarganegaraan ganda harus sudah diajukan sebelum usia yang bersangkutan mencapai 21 tahun.

2. Si anak lahir sesudah tahun 1990 dan hak kepemilikan dua kewarganegaraan tersebut didapatkan sejak dia lahir, dalam artian bukan merupakan hasil naturalisasi (citizen by decent). Hal ini bagi kita WNI yang menikahi WN Jerman tentunya suatu saat berpeluang untuk memiliki kewarganegaraan ganda juga, seandainya saja pemerintan Indonesia kelak juga mengijinkannya, Saat ini revisi peraturan ini memang belum memberi pengaruh yang baru apapun kepada keluarga campuran Indonesia-Jerman, tapi dimasa depan siapa tahu?

NOTE: Bagi yang sudah terlanjur menentukan pilihan sebelum diresmikannya keputusan ini, dan datang dari negara yang mengijinkan kepemilikan paspor ganda, bisa membatalkan “pilihan” tersebut selama negara yang bersangkutan mengabulkannya (jika dulu memilih menjadi WN Jerman), atau kembali mengajukan kewarganegaraan jerman (jika dulu memilih mempertahankan paspor non-jermannya).

Sumber berita:
http://www.tagesschau.de/inland/doppelpass-109.html
http://www.welt.de/politik/deutschland/article129777049/Neues-Gesetz-erlaubt-zwei-Staatsbuergerschaften.html
http://www.sueddeutsche.de/news/politik/migration-zuwandererkinder-koennen-doppelpass-nun-behalten-dpa.urn-newsml-dpa-com-20090101-141220-99-01085

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s