Aku Cinta Indonesia? Betulkah?

Standard

Setiap kali saya dengar orang yang dengan semangatnya bilang: “Aku Cinta Indonesia, dong… tanah air tumpah darah gitu loh, takkan pernah kulepas paspor garudaku, cintaku pada indonesiaku takkan pernah luntur, merah putih selalu didadaku bla bla bla…,” hmmm… saya kok langsung jadi pengen ketawa miris. Kenapa?
Karena “cinta”-nya itu ternyata banyak yang cuma “Gombal Mukiyo”, dan asal mau pada ngaca  sih pasti mereka yang termasuk golongan “gombal” inipun akan mengakui bahwa “statement” saya ini benar.

Seperti apa sih perwujudan “Cinta” itu? Cinta harusnya mendorong orang untuk selalu melakukan hal yang terbaik dengan sekuat tenaga demi “yang dicintai”. Cinta tidak semestinya menyakiti dan membawa kerugian kepada yang dicintai. Cinta akan mendorong orang untuk ingin merawat, menjaga dan melindungi yang dicintai. Cinta tidak egois dan mementingkan diri sendiri, tidak ingin menang sendiri.
Cinta membawa kedamaian dan mendorong terciptanya suasana damai, bukannya menyuburkan kebencian, iri, dengki serta dendam. Jika bibit dengki dan cemburu itu muncul maka yang ada bukanlah cinta melainkan ego dan keserakahan. So… “cinta”kah namanya ketika untuk melangkah 1-2 meter saja untuk membuang sampah ke tong sampah pun enggan.
Katanya bangga dan cinta kepada alam Indonesia yang indah dan diklaim “tak ada duanya” didunia, tapi anehnya juga suka mengotorinya dengan plastik dan segala macam sampah lainnya. Katanya bangga dan cinta akan kekayaan flora dan fauna tapi ikut berkontribusi memusnahkannya…
Cinta macam apakah jika kebiasaan yang dipiara adalah pemborosan energi cuma karena merasa sanggup bayar dan memanjakan rasa malas? Mulut selalu ngomong bangga dan cinta budaya, tapi kenapa keragaman budaya yang katanya “adiluhung” itu justru dijadikan topik untuk berkelahi, saling menghina dan menyakiti bahkan sampai tega menghalalkan darah sesama saudara sebangsanya?
Cinta bangsa macam apakah ketika yang dilakukan justru memperbesar perpecahan dan menyebarkan kebencian cuma karena perbedaan kubu dan ideologi?
Cinta tanah air macam apa ketika yang dilakukan tak lain tak bukan justru yang bisa membawa kehancuran kepada “tanah tumpah darah”-nya itu? Jadi apa namanya kalau bukan “Cinta Gombal Mukiyo” coba? Jika kamu mengaku cinta kepada negerimu, maka harusnya kamu tidak lagi melihat “siapa” dan “darimana” yang bicara, bertindak dan memimpinmu… melainkan cukup melihat apakah yang dia lakukan itu masuk akal dan apakah positif niatnya demi negerimu dan seluruh penghuninya. Kemudian “BERKONTRIBUSI”-lah semampumu. Kalau cuma ngomong “Aku Cinta” saja mah anak TK juga bisa…

Sorry… sekedar memiliki “paspor” ijo bergambar garuda saja tidaklah cukup untuk menjadi bukti “Cinta” anda :-D.
Seseorang yang memilih melepaskan kewarganegaraannya karena entah alasan finansial, praktis ataupun menjadikannya sebuah representasi pernyataan politik, tapi masih peduli untuk tidak berkontribusi dalam menambah kerusakan di Indonesia jelas-jelas jauh lebih memiliki “cinta” itu daripada mereka yang masih memegang paspor garudanya tapi hobinya buang sampah sembarangan, mencaci maki korupsi tapi hobinya memanipulasi hukum setiap kali ada kesempatan dan mencoba menyelamatkan diri dari sanksi dengan menyogok, suka menyebarkan kebencian dan memperbesar jurang perbedaan di masyarakat, menyuburkan etnosentrisme, fundamentalisme dan segala -isme -isme lain yang menjijikkan itu.
Orang asing yang menjadi relawan di hutan-hutan indonesia itu jelas jauh lebih cinta negeri ini daripada orang indonesia sendiri yang cuma bisa ngomong “Aku Cinta Indonesia” tapi kelakuannya sama sekali tidak menunjukkan itu.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s