KB Alami dengan level kegagalan relativ rendah

Standard

Sebenarnya saya pengen nulis tentang ini sudah cukup lama, cuma mood dan waktunya aja yang belum ada ^_^. Oke deh, sekarang langsung aja ya…

Ada banyak alasan mengapa orang ngga mau, ataupun belum pengen punya anak akan tetapi tidak mau pake kondom, hormon ataupun menjalani operasi. Selama ini yang paling umum dikenal sebagai metode alami untuk ber-KB adalah metode kalender dan coitus interruptus. Akan tetapi tingkat kegagalan kedua metode ini cukup tinggi. Pearl Index bagi metode kalender adalah 9 sementara coitus interruptus memiliki Pearl Index antara 4-18. Metode Kalender klasik tidak bisa diandalkan karena siklus bulanan wanita tidak selalu sama setiap bulan, bahkan pada wanita yang haidnya relatif teratur. Sementara coitus interruptus juga kegagalan nya tinggi karena meskipun cepat di angkat akan tetapi sebelum klimaks pria ada kalanya sudah sempat mengeluarkan pre-ejakulasi yang meskipun sperma yang terkandung didalamnya jumlah nya sedikit masih tetap cukup untuk melakukan pembuahan jika “beruntung”. 

Apa sih “Pearl Index” itu? Pearl Index adalah sebuah skala untuk mengukur tingkat kegagalan metode KB. Pearl Index 18 berarti bahwa dari 100 wanita yang menjalani metode terkait selama 1 tahun lamanya 18 orang diantaranya berakhir hamil. Karena itu kedua metode ini sebenarnya sangat tidak disarankan.

Di sebelah bisa dilihat  daftar Pearl Index metode KB.

Kali ini saya ingin berbagi metode KB natural tanpa efek samping yang tingkat keamanannya cukup tinggi, yaitu: Basaltemperaturmethode.
Methode ini memiliki index 0,8 bagi yang menganut prinsip “strict” dan index 3 bagi yang memakai prinsip “less strict” (mengenai bedanya akan saya bahas nanti lebih lanjut), sehingga bisa dikatakan cukup aman, cukup bersaing dengan pemakaian kondom.
Kelemahan metode ini adalah dia menuntut kedisiplinan dan ketelatenan dari kita. Selain itu metode ini paling cocok dilakukan oleh wanita yang memiliki ritme harian cukup stabil. Bagi yang jam tidurnya tidak stabil (karena kerja shift misalnya) maka metode ini menjadi cukup problematis. Disamping itu analisa suhu juga menjadi problematis ketika kita sakit demam, banyak minum alkohol dimalam sebelumnya, stress berat, kurang tidur, siklus yang memang tidak teratur dan konsumsi obat-obatan misalnya.

Akan tetapi kelemahan ini bisa diatasi jika dikominasikan dengan “symptothermale Methode” (Billings-methode) yaitu pengamatan cairan serviks yang memiliki index 0,3, sehingga tingkat kesuksesannya secara total kembali meningkat cukup tinggi.
Yang kita butuhkan untuk menjalankan metode ini hanyalah termometer dengan pendekatan minimal 2 angka desimal dibelakang koma karena perubahan suhu yang terjadi ada di kisaran 0,20 sampai dengan 0,50 derajat.
Paling bagus tentunya jika itu termometer digital sehingga memudahkan untuk membacanya. Ada banyak merk termometer dipasaran dengan harga yang cukup terjangkau, cukup sekali investasi doang :-D. Saya sendiri memakai merk Geratherm. Geratherm punya menu memori penyimpanan data pengukuran sampai 10 data. Jadi kalau pas abis ngukur tiba-tiba ketiduran lagi atau  lupa nyatet suhu di grafik karena alasan lain, kita bisa buka lagi memori untuk melihat ulang. Nyaman kan 🙂 ? 

gerathermKedua adalah diagram Basaltemperatur untuk diisi secara manual.
Akan tetapi saat ini ada banyak sekali Apps untuk mendata Basaltemperatur komplit dengan note untuk me-record setiap gejala yang dirasakan sepanjang siklus bulanan wanita berikut analisa kurva  yang penggunaannya sangat praktis dan bahkan hasilnya bisa didownload pula sehingga ketidaknyamanan yang dulu ada sekarang menjadi sangat minimal. Murah meriah, praktis dengan tingkat keamanan cukup tinggi ^_^.

Apa sih yang dimaksud dengan Basaltemperatur?
Basaltemperatur adalah temperatur manusia tepat setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktifitas apapun (saya selalu menaruh termometer dikepala ranjang supaya takperlu bangkit untuk mengambilnya. Jadi begitu terbangun saya langsung memasukkannya dimulut bahkan kadang dengan mata masih merem :-D), belum minum apapun sehingga badan dan seluruh organ dalam pun masih dalam kondisi total rileks. Jadi dibutuhkan lama waktu tidur minimal 4 jam sebelumnya. Suhu juga bisa diukur melalui vagina atau anus, cuma menurut saya pribadi agak ribet jadi saya milih menaruh dibawah lidah, yang penting adalah jika kita memilih satu lokasi maka kita harus setia memakai pilihan itu terus supaya hasilnya bisa dinilai secara statistik, karena suhu manusia berbeda di tempat pengukuran yang berbeda. Kecuali pengukuran suhu diketiak, ini tidak disarankan karena keakuratannya terlalu meragukan untuk kebutuhan ini.
Temperatur manusia secara umum akan meningkat seiring meningkatnya suhu lingkungan sekitar kita yang dipengaruhi oleh hangatnya Matahari dan oleh aktifitas yang dilakukan. Oleh karena itu keefektifan metode ini dipengaruhi oleh kestabilan waktu pengukuran. 

Jadi jangan berubah-ubah jamnya,  tentu ngga berarti lantas tiap hari dari jam sampai ke menit-menitnya harus selalu sama sih, cukup lah dengan menjaga agar “range” waktu pengukuran tiap hari jangan sampai terlalu lebar dan jika suatu saat ada pengecualian jangan lupa dicatat sebabnya sebagai bahan pertimbangan dalam menganalisa kurva.
Dan khusus pada wanita, suhu badan memiliki keistimewaan yang lebih lanjut. Sepanjang siklusnya wanita mengalami fase perubahan suhu yang bisa digunakan untuk mengenali masa subur dan tidaknya karena pengaruh hormon reproduksi yang diproduksi tubuh untuk persiapan pertumbuhan bayi. 

Tidak ada yang namanya level suhu tipikal, karena setiap wanita memiliki karakteristik fisik yang tidak sama. Setiap wanita memiliki temperatur profil yang berbeda, ada yang memiliki “range” suhu dikisaran 35, 50-36,50. Kebetulan saja saya memiliki tendensi tubuh yang hangat, selama ini ada dikisaran 36,4-37,15 (basal temperatur, jika sudah beraktifitas akan nambah beberapa 0,xx lagi sampai saatnya kembali tidur:-D ). Karena itulah, penggunaan metode KB ini pada dasarnya membantu setiap wanita untuk mengenali tubuhnya masing-masing dengan lebih baik. Temperatur profile rendah atau tinggi disini ngga berarti lantas bedanya mencapai 1 derajat atau lebih ya, temperatur manusia pada dasarnya yang normal adalah dikisaran 36-37 derajat (inwardly and on the surface of the body there are different profile, but in general it would be in this range with a tolerance +- 0,xx degree).

Cara kerja metode Basaltemperatur
Di separuh siklus bagian awal, suhu wanita cenderung rendah dan dihari ketika terjadi ovulasi maka suhu akan turun agak tajam (tingkat ketajaman berbeda pada setiap wanita, jadi profile suhu baru bisa dikenali dengan baik setelah setidaknya 3-4 kali siklus. Karena itu untuk masa-masa awal sebaiknya masih disupport dengan metode KB yang konvensional dulu).
Setelah terjadi ovulasi (mengawali paruh kedua siklus) maka tubuh wanita mengeluarkan hormon progesteron untuk mempersiapkan rahim wanita dalam menerima kedatangan embryo. Hormon progesteron ini berefek meningkatkan suhu tubuh wanita karena memang bayi membutuhkan suhu hangat tersebut untuk bisa tumbuh berkembang di kandungan dengan baik dan nyaman. Jadi apabila kurva suhu menunjukkan “value” yang relatif jauh lebih hangat daripada paruh siklus yang pertama maka bisa dipastikan bahwa telah terjadi ovulasi. Karena tubuh wanita mendapat signal bahwa “teoretis” akan ada bayi yang perlu disambut dan dipersiapkan kedatangannya. Jika tidak ada peningkatan suhu yang signifikan selama beberapa hari maka kemungkinan besar pada bulan tersebut tidak ada sel telur yang matang dan siap dilempar untuk dibuahi. 
Sel telur memiliki waktu kurang lebih 24 jam untuk dibuahi sebelum akhirnya dilarutkan kembali dalam tubuh.
Karena itu setiap hubungan sex yang dilakukan 3 hari setelah perkiraan waktu ovulasi (yang ditandai dengan level suhu terendah di minggu tersebut ) sampai dengan masa menstruasi. Jika hubungan sex dilakukan di periode ini (periode tidak subur), maka dikatakan kita menganut metode basaltemperatur yang ketat dan memiliki index 0,8.
Sedangkan bagi yang masih melakukan hubungan sex periode tersebut sampai di masa kurang subur 7 hari sebelum fase kenaikan suhu (7 hari sebelum paruh siklus kedua mulai), maka bisa dikatakan bahwa kita menganut metode basal temperatur yang longgar yang mana indexnya adalah 3.
Jadi tinggal pilih mau “strict” atau agak bandel, level risikonya beda hehehehe.

Sementara itu jika suhu tinggi ini bertahan lebih dari 14 hari dan terus berlanjut, maka bisa disimpulkan bahwa telah terjadi pembuahan dan yang bersangkutan hamil. Tapi tentu saja ini tidak bisa menunjukkan apakah kehamilan tersebut normal dan benar-benar ada dalam kandungan (bukannya di luar rahim misalnya). Pengecualian bisa terjadi apabila suhu tinggi ternyata disebabkan adanya penyakit misalnya, ini tentu saja lain cerita.
Jika wanita memiliki temperatur profil yang mudah dibaca dan stabil, maka setelah kira-kira 4 siklus kita bisa juga sebaliknya menggunakan metode ini untuk membantu proyek membuat anak :-D. 

Karena berdasarkan kurva yang terbentuk tersebut kita jadi bisa memprediksi kapan kira-kira kita berada pada kondisi siap menghadapi pembuahan.
Setidaknya bagi yang ingin punya anak bisa melakukan hubungan sex setiap 2-3 hari sekali (atau 2-3 kali mah terserah ya wkwkkwkwkwk) mulai dari 7 hari sebelum paruh siklus kedua berawal (sebelum peningkatan suhu). Atau kasarnya 10-11 hari sesudah hari pertama mens bulan sebelumnya. Dengan begini bisa ngirit “ovulation test” bagi yang sudah beberapa bulan mencoba hamil cuma belum sukses, hanya saja yang bersangkutan ngga begitu ngebet sehingga enggan buang duit banyak hahahahaha.

Kombinasi dengan Billings-Methode untuk meningkatkan “rate” kesuksesan.
Di gambar berikut adalah contoh cairan serviks untuk membantu pembaca mengenali ciri-ciri kesuburan wanita.

Zervixschleim-Verlauf-Kinderwunsch

Source: http: // trainyabrain-blog.com

Ketika wanita mendekati masa subur, maka cairan serviks akan berubah konsistensi dan warnanya secara bertahap yang pada akhirnya ketika masa subur maksimal datang dia akan menjadi seperti putih telur dan sangat “mulur” seperti bisa dilihat di fase terakhir gambar diatas, yang mana tujuannya adalah untuk membantu sperma agar jauh lebih mudah menembus jalan menuju sel telur. Masa terbaik untuk mengecek cairan serviks adalah ketika kita bangun tidur dan mau pipis ditoilet. Pokoknya, kalau tidak ingin hamil ya jangan berhubungan ketika cairan serviks mulai berubah konsistensi menjadi makin bening dan agak melar sedikit demi sedikit.
Dengan kombinasi pengamatan basaltemperatur maka metode pencegahan kehamilan ini bisa dikatakan tingkat kegagalannya sangat rendah.
Kalau masih ingin lebih yakin lagi, masih bisa ditambah dengan meraba mulut rahim sendiri (jangan miara kuku panjang dan jari harus bersih 😀 ). Perhatikan gambar mulut rahim dibawah ini!

Muttermund_fruchtbare_Tage

masa subur

Muttermund_und_unfruchtbare_Tage

masa tidak/kurang subur

Picture from: http://www.kinderwunsch-experte.de/

Kondisi mulut rahim ketika masa tidak subur cenderung keras dan tertutup dengan posisi mendekat ke mulut vagina sehingga cukup mudah dijangkau, kira-kira akan terasa seperti menyentuh buah cherry. Sedangkan ketika masa subur akan terasa lembut, lokasi naik kira-kira 2-3 cm dan mulai membuka. Begitu ovulasi terjadi maka mulut rahim akan kembali menutup karena tidak lagi membutuhkan sperma baru untuk membuat anak hehehe (waktunya bersamaan dengan masa ketika suhu badan mulai naik).
Pastikan untuk pipis dulu sebelum mulai melakukan pemeriksaan. Seperti nya terkesan “complicated”, kaya main dokter-dokteran aja, tapi katanya (dari review yang saya baca tentunya) kalau sudah melakukan rutin maka mengenali perubahan di mulut rahim sendiri tidaklah sesulit yang dibayangkan. 

S60815-22152360

Picture source: koleksi pribadi

Tapi jujur saja saya belum pernah mencoba untuk memeriksa mulut rahim dengan jari sendiri walaupun teorinya cukup gampang dan caranya bahkan bisa ditemukan berbentuk video. Hanya saja saya ngga punya cukup nyali untuk masukin jari sendiri terlalu jauh wkwkwkwkwkk. Jadi cukup dengan kombinasi dua metode pertama aja hasilnya udah cukup optimal kok :-D.

Ngomong-ngomong disebelah adalah screenshot dari contoh kurva temperatur profil saya dalam salah satu siklus.
Dari situ bisa kita kenali profil suhu ketika mendekati saat ovulasi, prediksi waktu ovulasi, dan masa paling tidak subur. Warna pink adalah masa menstruasi, kuning menunjukkan masa subur dan ptih masa tidak/kurang subur dimana sex dimungkinkan bagi yang tidak ingin hamil. Masa paling tidak subur adalah setelah warna kuning terlewati. Deretan angka diatas adalah hitungan “kalender siklus”, sedangkan deretan angka dibawah adalah kalender masehi. Jika temperatur berada diatas garis biru selama lebih dari 14 hari maka ada kemungkinan telah terjadi kehamilan.
Karena begitu telah pasti tidak terjadi pembuahan, atau mungkin terjadi pembuahan akan tetapi sel tidak membelah seperti seharusnya (very early abortion) maka produksi progesteron akan berhenti dan temperatur akan turun kembali secara drastis kemudian kembali stabil berada di level rendah dan siklus berikutnya akan dimulai dengan ditandai terjadinya menstruasi.

Semoga bermanfaat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s