Kebiasaan buruk khas Indonesia: “Suka menggampangkan sesuatu dan ignoran”

Standard

Lagi-lagi saya membaca sesuatu yang bikin mengelus dada berkali-kali karena pelakunya kembali berstatus “mahasiswa” alias tergolong kelompok “intelektual” sehingga kalau menurut logika normal sih harusnya lebih punya kesadaran intelektual pula, sesuai statusnya gitu lho ^_^. Apalagi sudah jauh-jauh mengais ilmu di negara maju.
Kebiasaan buruk dari kampung halaman macam begini masih juga dipelihara: ignoran dan selalu menggampangkan sesuatu (karena di Indonesia setiap kali ada masalah selalu ada kemungkinan “penyelesaian secara kekeluargaan” atau kalau nggak ya dengan “nyogok” (anehnya pada komplen dengan banyaknya korupsi. Padahal “attitude”-nya sendiri mendukung budaya korupsi itu sendiri).

Sering sekali saya temui itu mahasiswa Indonesia panik karena tiba-tiba dapat “Mahnung” berjumlah besar, yang selalu membuat saya tak habis pikir apa sih sebenarnya yang selama ini mereka harapkan akan terjadi dengan menyingkirkan setiap surat yang berpotensi berisi tagihan kepojokan lemari dan pura-pura menganggapnya tidak ada?!? Emang dikira kalau nggak tampak mata lantas semua itu menghilang dan selesai begitu aja? Yang benar aja dong, ah!

Ujung-ujungnya jelas aja tagihan jadi makin menggunung… “bill” yang tadinya berjumlah nggak seberapa karena dicuekin ya kena bunga berbunga lah dan “Strafzinsen” itu “rate”-nya sangat tinggi. Tentu saja dong, namanya juga hukuman denda mana ada dikasih murah, kalau murah entar orang ngga takut lagi melanggar hukum dong.
Logisnya itu ya, seandainya pun surat tagihan yang didapat itu isinya tampak meragukan, mbok ya sesegera mungkin minta klarifikasi pada si pengirim surat. Jika perlu carilah informasi ke institut perlindungan konsumen, kemudian acara nanya-nanya ke forum-nya ya saat dapat surat yang pertama itu. Jangan nunggu setelah lewat sekian bulan bahkan kadang sampai sekian tahun baru nanya-nanya, ketika tagihan dan dendanya sudah mencapai belasan kali lipat. Kalau sudah begini yang mau nolongin untuk menyelesaikan masalahpun sudah kesulitan, mbak…mas!
Karena kalau ternyata kesalahan memang ada ditangan anda, maka kemungkinan terbaik yang bisa dicapai paling-paling cuma “menyetop” jalannya bunga dan dikasih kesempatan nyicil tagihan terutang. Sakit kaaan?!?
Sebaliknya, mencari bukti-bukti yang bisa menyelamatkan posisi sendiri setelah waktu begitu lama berlalu sudah jelas akan jauh lebih sulit daripada jika mencarinya ketika masalah terkait baru nongol didepan mata.
Saya nulis ini bukannya mau nyukurin dan ngetawain, tapi justru mencoba untuk membuka mata terutama yang masih termasuk pendatang baru di Jerman.
You just can’t hide here. Tak bisa lagi kita melarikan diri dari tanggung jawab dan kesalahan. Kita tidak lagi ada di Indonesia. Masalah tidak akan lenyap dengan sendirinya hanya dengan disembunyikan dan diabaikan. Cepat atau lambat mereka akan kembali mendatangimu, dan biasanya dalam kondisi yang lebih parah.

Yang paling sering terjadi itu adalah tagihan GEZ (saking ignorannya mengira saat ini tagihan itu masih cuma sekedar berhubungan dengan kepemilikan TV dan radio doang. Atau lebih parah lagi, ndableg mengira hanya karena dirinya WNI dan suatu saat akan minggat dari Jerman sehingga mengira bisa kabur begitu saja ninggalin utang 😀 ).
Contoh klasik lain adalah tagihan internet atau telepon yang masih muncul ketika ganti “provider”, biasanya terjadi juga karena keteledoran sendiri tidak memperhatikan “term & condition” mengenai syarat pembatalan kontrak. Dianggapnya mentang-mentang udah ganti provider dan mungkin udah pernah menyampaikan mau hentikan langganan dianggap otomatis langsung “valid”. Padahal setiap kontrak itu punya kondisi yang berbeda. Ada yang begitu berakhir maka kontrak juga takkan diperpanjang tanpa adanya permintaan pelanggan, tapi ada juga yang sistem perpanjang otomatis kecuali sekian bulan sebelum kontrak berakhir surat terminasi sudah diterima. Dan pastikan juga tanggal mana yang dianggap valid. Tanggal pengiriman atau tanggal sampainya surat di kotak pos. Dan pastikan surat terminasi kontrak itu selalu pakai bukti pengiriman, dalam arti kalau nggak memakai pos tercatat ya kirim lewat fax. Sebelum membuat kontrak baru dengan perusahaan lain, paling aman tentunya setelah ada konfirmasi persetujuan pembatalan dari perusahaan lama, supaya nanti tidak terbebani biaya dobel karena punya 2 kontrak yang masih berjalan.

Sebaliknya jangan terburu-buru mentransfer uang untuk membayar jika tidak yakin dengan isi tagihan. CARI informasi dan minta KLARIFIKASI dulu, dan pastikan sesegera mungkin sebelum tanggal batas waktu pembayaran terlewat, supaya jangan sampai kena “Mahnung”. Mahnung tidak hanya berarti denda melainkan juga tambahan cacat dalam catatan riwayat “Bonität” kita. Itu akan menjadi relevan jika suatu saat kita membutuhkan kredit entah untuk kebutuhan apa di negeri ini, yang mana kemungkinannya akan meningkat jika kebetulan nanti setelah lulus tiba-tiba mendapatkan pekerjaan dan ingin tinggal jangka panjang di sini.
Kenapa jangan buru-buru bayar? Karena di Jerman juga ada yang namanya “scammer post” alias penipu, selain itu tentu masih ada juga kemungkinan adanya kesalahan birokrasi. Kesalahan birokrasi mungkin masih bisa dibalikin duitnya tapi kalau ketemu scammer…hmmm… yo apes rek ^_^.

Selain itu saya sarankan hati-hati juga dengan kegiatan download men-download dari internet. Pastikan yang di download memang benar-benar gratis secara LEGAL, atau lebih baik “BAYAR”, karena anda bisa apes kapan saja.
Saya pribadi ada beberapa teman yang kena denda sekian ribu Euro gara-gara download 1 film saja. Jika tetap nekad ya sudah, resiko tanggung sendiri aja. Tapi jangan “nggrundel” kalau kena apes ^_^. Berani melanggar hukum ya harus berani menanggung resikonya, wuokeeeeeh??!??

Auf Wiedersehen 🙂 !

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s